Twitter

Sponsors

MERAIH KEUTAMAAN BULAN RAMADLAN

Posted by Hilyat Hasan - -

by Hilyat Hasan

QS Al Baqarah : 186
“Diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang sebelum kalian agar supaya kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.”
                Ramadlan adalah bulan agung yang penuh berkah dan keemuliaan. Di dalamnya Allah SWT secara khusus mewajibkan bagi setiap mukmin berpuasa dengan tujuan agar menjadi orang yang bertaqwa.
                Pada hakekatnya, setiap mukmin berpeluang mendapatkan pahala yang sangat besar dari setiap amalannya baik fardlu dan sunnah ataupun meninggalkan yang haram dan makruh dengan ganjaran 70 kali pahala bila dilakukan di selain bulan Ramadlan. Subhanallah.
                Dalam puasa Ramadlan setiap mukmin juga berpeluang mendapat ampunan Allah SWT atas dosanya yang telah lalu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :
"Siapa yang berpuasa pada bulan ramadlan karena keimanan dan mengharapkan keridlaan Allah, akan diampuni dosa-dosa yang terdahulu." (HR. Ahmad dan Ash-habus Sunan).
                Untuk meraih kesuksesan di bulan Ramadlan setidaknya ada 3 hal yang perlu dipersiapkan.
1.       1. Persiapan ilmu
Kita perlu mengkaji kembali hukum-hukum ketentuan puasa dan semua amal yang terkait, sehingga puasa ramadlan dan seluruh amal yang ada di dalamnya tidak akan dijalani sekedar ritual rutin tahunan. Sebab hakekat puasa adalah penghambaan dan pengorbanan untuk Allah.
2.       2. Persiapan aspek ruhiah dan upaya memperkuat keimanan.
Keberhasilan menjalani puasa ramadlan bergantung pada landasan iman dan niat semata-mata untuk mencari ridla Allah SWT.
3.       3. Perencanaan aktifitas di bulan ramadlan
Ini perlu. Supaya tidak ada kesempatan yang terabaikan dan ramadlan bias kita jalani secara maksimal.
               
                Ketiga hal ini bila dikaitkan dengan tujuan dilaksanakannya shaum ramadlan adalah adanya sebuah pemahaman bahwa tujuan dari amalan ramadlan adalah ‘taqarrub’ kepada Allah SWT (mendekatkan diri kepada Allah). Sementara aktifitas taqarrub yang paling dicinta oleh Allah adalah semua aktifitas yang difardlukan kepada hambaNya. Tentunya tidak terbatas pada aktifitas ibadah mahdlah saja. Justru aktifitas fardlu diluar ibadah mahdlah jauh lebih banyak lagi.  Sehingga tidak ada amalan fardlu yang ditinggalkan hambaNya dengan mengerjakan amalan fardlu yang lain.
                Oleh karena itu kesuksesan menjalani proses selama ramadlan hanya akan bisa diraih jika kita memahami Islam secara utuh sebagai sebuah sistem kehidupan. Untuk itu diperlukan aktifitas dakwah yang dapat mewujudkan “kesadaran” akan pentingnya penerapan syari’at Islam secara kaffah. Juga keharusan bagi setiap muslim untuk thalabul ‘ilmi (belajar memahami ajaran Islam) agar mampu meraih predikat  ‘faqih fiddiin’. Inilah aktifitas wajib yang mestinya ada dalam daftar aktifitas setiap muslim selama ramadlan, di samping shiam ramadlan dan ibadah-ibadah fardlu serta sunnah lainnya seperti tarawih, tadarus al Qur’an, ta’jil, I’tikaf, shodaqah dan sebagainya.
________________________________________________________________