Twitter

Sponsors

Dunia Ibu (1)

Posted by Hilyat Hasan - -

Mulianya Menjadi Ibu
Jika ada seseorang yang begitu mulia kedudukannya dalam Islam, maka dia adalah seorang ibu. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak saya perlakukan dengan baik?”  Rasulullah SAW berkata, “Ibumu.” Dia bertanya, “Setelah itu siapa?” Rasulullah kembali menjawab, “Ibumu.” Begitulah hingga bertanya yang ketiga kalinya. “Setelah itu siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu dulu setelah itu bapakmu.” ( HR. Bukhari – Muslim). Penghormatan Islam yang demikian tinggi terlihat dari didahulukannya Ibu oleh Rasulullah SAW hingga 3 kali baru Ayah. Pun dalam hadist berikut :
“ Surga itu dibawah telapak kaki ibu” (HR Akhmad)
Kemuliaan ibu terletak pada perannya dengan hamil, melahirkan, menyusui dan merawat bayinya serta mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Ini bukanlah tugas yang ringan atau sepele, karena ditangannyalah  diberikan tanggung jawab untuk membentuk anaknya menjadi apa kelak. Diperlukan kesungguhan dan pengorbanan serta perhatian penuh dari naluri seorang ibu. Tugasnya mengurus anak-anaknya, memenuhi keperluan mereka serta mendidik dan mengajarkan berbagai hal tentunya tidak bisa begitu saja diserahkan sepenuhnya kepada pengasuh anak atau pembantu rumah tangga. Karena Ibu adalah orang pertama bagi anak-anak untuk memperoleh nilai-nilai kehidupan yang mulia terutama agama.
Rasulullah bersabda :
“Kalian semua adalah pemimpin, dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin di rumah tangganya, dan dia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang istri (ibu) adalah pemimpin di rumah suaminya dan anak-anaknya. Dan dia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.”
Hadist ini mengatur peran ayah dan ibu dalam keluarga. Ayah sebagai pemimpin keluarga dan ibu sebagai pengatur (manajer) rumah tangga disamping sebagai guru dan pembimbing untuk anak-anaknya.

Mulianya Peran Ibu
Jika kita membaca Al Qur’an surat Luqman : 14
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu – bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kalian kembali.”
Ada rasa haru yang menyergap bila mengingat ibu telah mengandung janin selama 9 bulan. Hari demi hari ia semakin merasakan beratnya kandungan yang semakin besar. Kemudian ditambah rasa sakit saat melahirkan dalam kondisi lelah, sakit karena mulas/kontraksi, lemah bahkan sulit bernafas hingga lahirlah bayinya.
Tiadalah rasa sakit itu dirasa kecuali demi lahirnya anak yang dia cintai dan ibu kemudian berdo’a kepada Allah agar anak yang baru lahir kelak menjadi anak sehat, saleh dan member warna bahagia dalam hidupnya.
Kemudian disusuinya anaknya selama 2 tahun dalam dekapan dan pelukan hangat sehingga bayi merasa nyaman dan aman serta memberikan rasa percaya diri pada seorang bayi sejak dini.
Begitulah ibu, baginya waktu-waktu yang dia habiskan demi anak-anaknya, melayani dan mengurus mereka hingga mampu mengurus diri mereka sendiri, lebih berharga timbang ia melakukan aktivitas lain meski hukumnya mubah (pilihan yang boleh dilaksanakan, boleh juga tidak) seperti jalan-jalan, shopping, arisan atau sekedar menonton infotainment dan sinetron yang tidak bermanfaat.
Ia akan menjadi orang yang ingin melalui tahap demi tahap pertumbuhan anaknya sejak awal, sejak dalam kandungan, setelah dilahirkan, disusui, diasuh dan dididik dengan sebaik-baiknya. Karena bagi ibu pahala aktivitas tersebut setara dengan pahala pejuang fii sabilillah di garis terdepan peperangan. Ganjarannya adalah surga.
Rasulullah bersabda :
“Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa menyusuinya seperti pejuang di medan perang fii sabilillah. Dan jika ia meninggal di antara waktu itu, maka sesungguhnya baginya adalah pahala mati syahid.” (HR. Thabrani)
________________________________________________________________